Berita Pilihan

Tiga Pekerja Tambang Hilang, Aimar Naser Ancam Kepung Kementerian ESDM

Aimar Naser 

Pabos.id, - Aktivis Mahasiswa Halmahera Timur Jakarta, Aimar Naser, melontarkan peringatan keras kepada pemerintah pusat. Ia menegaskan akan menggelar aksi besar-besaran di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI apabila negara terus bungkam dan tidak segera mengambil langkah tegas atas kecelakaan kerja di PT Mega Haltim Mineral yang menghilangkan tiga pekerja tambang.

Ancaman aksi tersebut disampaikan Aimar menyusul insiden kecelakaan kerja yang terjadi pada 16 Januari 2026 di akhir shift, di mana tiga pekerja masing-masing pengawas produksi, operator dozer, dan pengemudi dump truck (DT) hingga kini belum ditemukan.

“Kami beri peringatan terbuka. Jika Kementerian ESDM tidak segera menghentikan operasi dan melakukan investigasi menyeluruh, kami akan turun aksi di depan kantor ESDM. Ini bukan gertakan. Ini perlawanan atas matinya akal sehat negara,” tegas Aimar.

Menurut Aimar, kecelakaan tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai insiden biasa, melainkan indikasi kuat kegagalan sistem keselamatan kerja dan pengawasan pertambangan. Ia menilai Kementerian ESDM sebagai otoritas tertinggi sektor tambang memiliki tanggung jawab langsung dan tidak bisa melempar kesalahan ke daerah maupun perusahaan semata.

“Inspektur Tambang ada di bawah ESDM. Kalau tiga pekerja hilang dan negara tetap diam, maka ini bukan sekadar kelalaian perusahaan, tapi kegagalan negara melindungi warganya,” ujarnya.

Aimar juga menyoroti ironi Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional yang justru diwarnai tragedi kemanusiaan di sektor pertambangan.

“Di atas kertas negara bicara K3, tapi di lapangan nyawa buruh tambang lenyap tanpa kepastian. Kalau ini dibiarkan, K3 hanya jadi slogan kosong,” katanya.

Dalam pernyataannya, Aimar menegaskan bahwa aksi di depan Kementerian ESDM akan membawa tuntutan tegas, antara lain penghentian sementara operasi PT Mega Haltim Mineral, audit keselamatan oleh Inspektur Tambang, penegakan sanksi hukum sesuai UU Keselamatan Kerja dan UU Minerba, serta pertanggungjawaban penuh perusahaan terhadap keluarga korban.

Ia memastikan bahwa gerakan mahasiswa tidak akan berhenti pada satu aksi simbolik.

“Kami akan datang dengan massa, dengan data, dan dengan tekanan publik. Jika negara kalah oleh kepentingan industri, maka rakyat yang akan mengambil alih panggung perlawanan,” pungkas Aimar.

Aimar menutup pernyataannya dengan pesan keras: “Nyawa pekerja tambang Halmahera Timur bukan angka statistic, Keselamatan adalah hak dan Nyawa bukan biaya produksi.”

 

 

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Tiga Pekerja Tambang Hilang, Aimar Naser Ancam Kepung Kementerian ESDM
  • Tiga Pekerja Tambang Hilang, Aimar Naser Ancam Kepung Kementerian ESDM
  • Tiga Pekerja Tambang Hilang, Aimar Naser Ancam Kepung Kementerian ESDM
  • Tiga Pekerja Tambang Hilang, Aimar Naser Ancam Kepung Kementerian ESDM
  • Tiga Pekerja Tambang Hilang, Aimar Naser Ancam Kepung Kementerian ESDM
  • Tiga Pekerja Tambang Hilang, Aimar Naser Ancam Kepung Kementerian ESDM
Posting Komentar