Berita Pilihan

Dari Desa Bobo Jiko ke Pusdik Zeni: Perjalanan M. Gibran Ilyas Menjadi Prajurit TNI AD

 

M.Gibran di Dampinggi Kakak dan Ibunya 
 

Pabos.id - M. Gibran Ilyas adalah anak kedua dari pasangan Arfa Ela-Ela dan Ilyas Kalumpa, putra daerah asal Desa Bobo Jiko, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Sejak duduk di bangku SMA kelas XI, Gibran telah menaruh minat besar untuk menjadi seorang prajurit TNI Angkatan Darat. Menjadi tentara bukan sekadar cita-cita baginya, melainkan impian hidup yang harus ia capai dengan segala upaya.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Gibran sebenarnya ingin langsung mengikuti seleksi masuk TNI. Namun, keinginannya sempat tertunda karena ibunya menahan selama satu tahun. Saat itu, sang ibu berharap Gibran lebih dulu bekerja di sebuah perusahaan. Berkas lamaran kerja pun telah dimasukkan, tinggal menunggu panggilan. Kondisi ekonomi keluarga serta kakaknya yang baru masuk universitas menjadi pertimbangan utama keluarga untuk menunda langkah Gibran mengikuti seleksi TNI.

Meski demikian, semangat Gibran tidak pernah padam. Titik balik terjadi ketika pamannya (Munawar Kalumpa), Gibran, yang saat itu sedang bekerja di Ternate sebagai tukang bangunan sekolah, pamannya mendorong Gibran agar segera mengikuti tes masuk TNI pada tahun tersebut. Dorongan itu kembali membangkitkan keyakinan Gibran dan keluarganya.

Awalnya, sang ibu masih ragu karena keterbatasan ekonomi. Namun setelah berpikir panjang, ia mulai percaya bahwa dengan niat besar, usaha sungguh-sungguh, serta doa keluarga, Allah SWT pasti akan memberikan jalan. Akhirnya, sang ibu menelepon Gibran dan memintanya pulang untuk mengikuti seleksi masuk TNI pada tahun itu.

Dalam percakapan tersebut, Gibran sempat menanyakan kesiapan orang tuanya, mengingat kakaknya baru memulai kuliah dan ia khawatir kebutuhan biaya akan berbenturan. Namun dengan penuh keyakinan, sang ibu menenangkan Gibran dan mengatakan bahwa keluarga akan berusaha semampunya. Yang terpenting, Gibran harus membuktikan kesungguhan dan tanggung jawabnya kepada orang tua.

Singkat cerita, Gibran mengikuti seluruh rangkaian seleksi dari tahap awal hingga akhir dengan penuh perjuangan. Berkat ketekunan, disiplin, doa orang tua, dan keyakinan yang kuat, M. Gibran Ilyas akhirnya dinyatakan lulus sebagai Tamtama TNI Angkatan Darat pada tahun 2025. Ia kemudian dilantik secara resmi di PUSDIK ZENI, Bogor, Jawa Barat.

Perjalanan Gibran menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi mereka yang memiliki mimpi besar, tekad kuat, serta restu dan doa orang tua. Dari Desa Bobo Jiko, ia melangkah menjadi abdi negara, mengabdikan diri untuk bangsa dan negara Indonesia.

 

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Dari Desa Bobo Jiko ke Pusdik Zeni: Perjalanan M. Gibran Ilyas Menjadi Prajurit TNI AD
  • Dari Desa Bobo Jiko ke Pusdik Zeni: Perjalanan M. Gibran Ilyas Menjadi Prajurit TNI AD
  • Dari Desa Bobo Jiko ke Pusdik Zeni: Perjalanan M. Gibran Ilyas Menjadi Prajurit TNI AD
  • Dari Desa Bobo Jiko ke Pusdik Zeni: Perjalanan M. Gibran Ilyas Menjadi Prajurit TNI AD
  • Dari Desa Bobo Jiko ke Pusdik Zeni: Perjalanan M. Gibran Ilyas Menjadi Prajurit TNI AD
  • Dari Desa Bobo Jiko ke Pusdik Zeni: Perjalanan M. Gibran Ilyas Menjadi Prajurit TNI AD
Posting Komentar